Ragam  

Sedekah Bumi Desa Klepek,Wujud Syukur Atas Karunia Sang Maha Pencipta

admin
Img 20240503 Wa0063

Suararonggolawe.com Bojonegoro – Desa Klepek Kecamatan Sukosewu kabupaten Bojonegoro menggelar rangkaian sedekah bumi yang dipusatkan di Pendopo agung desa setempat, Jum’at (03/5/2024). Diawali dengan doa bersama bersama seluruh warga klepek, lalu dilanjutkan Ruwatan(sedekahan)Kantor desa, dan di tutup dengan Pagelaran Wayang Golek(Tengol) semalam suntuk oleh Dalang Ki DASARI dari Desa Jambe Rejo kecamatan kedungadem dengan lakon “Joko Tingkir”

Upacara sedekah bumi sendiri adalah tradisi yang dilakukan rutin setiap tahun. Acara ini digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Maha Kuasa karena telah memberikan bumi tempat kita berpijak dengan segala rezeki berupa hasil bumi untuk keberlangsungan hidup manusia.

Acara ini umumnya digelar di tempat umum yang dianggap sakral seperti halaman masjid, balai desa, atau lapangan. Seperti upacara tradisional daerah kebanyakan, masyarakat akan menyajikan sesajen saat melakukan upacara Sedekah Bumi. Tetapi, seiring perkembangan zaman, sesajen ini hanya berupa simbolis untuk menghormati adat dan para orang tua saja, tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang mempunyai nilai magis.

Lurah Klepek, Efendi menjelaskan umumnya upacara sedekah bumi adalah ritual tradisional yang dilakukan masyarakat Jawa sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan dilaksanakan pada tanggal dan bulan yg di tentukan. “Masyarakat disini mayoritas adalah suku Jawa, hampir 90% malah” urainya.

Ditambahkannya, bahwa upacara sedekah bumi dipercaya berawal dari penyebaran agama Islam di tanah Jawa dengan media wayang kulit oleh Sunan Kalijaga. Dalam pagelaran wayang kulit tersebut diselipkan makna atau pesan-pesan tentang materi keislaman yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam.

“Zaman sekarang zaman edan, wayangan sudah banyak diganti dengan joget-jogetan, hal-hal yang jauh dari cinta tanah air dan nilai-nilai islam, dimana letak bersyukurnya kalo begitu” ujar beliau dalam bahasa jawa.

Kabupaten Bojonegoro sebagai wilayah yang dijuluki miniatur Indonesia dan dan mempunyai beragam kebudayaan , tidak heran jika banyak tradisi dan budaya yang beraneka ragam yang masih dilestarikan anak keturunan mereka di Bojonegoro.

Kepala Desa Klepek, Efendi yang hadir dan ikut menyaksiksikan acara Wayangan juga menyatakan bahwa pemerintah hadir dan mendukung setiap tradisi masyarakat sebagai bentuk kekayaan dari masing-masing daerah asal tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku dan nilai-nilai keimanaan masyarakat.

Beliau juga menyampaikan rangkaian acara akan ditutup dengan pagelaran wayang Golek semalam suntuk,dan semoga desa Klepek tercinta ini bisa menjadi desa yg semakin baik dan makmur.”tutup kades Efendi.

(mry/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!