Rokok Bermerek H&D Non Cukai Masih Beredar Di Batam

admin

Sinaralampos.net – Bea Cukai Batam mengakui sudah mengamankan 70 juta batang rokok non cukai yang beredar di Batam selama 2021. 

Sebelumnya kegiatan dengan nama Operasi Gempur digalakkan tim bea cukai dalam penanganan masalah ini.

Pantauan awak media ini selanjutnya, salah satu jenis rokok yang tidak dilengkapi pita cukai itu beredar dipasaran yakni bermerek H&D yang diproduksi oleh PT Adhi Mukti Perkasa (AMP). Bahkan, berdasarkan investigasi dilapangan, perusahaan rokok ini juga memproduksi dua merek lainnya yakni MBS dan OFO, ketiga produk rokok tersebut berjenis sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT). Tak hanya dipasarkan di wilayah Kepulauan Riau, 

Rokok non cukai tak hanya beredar di Batam, namun juga hingga wilayah Kepri lainnya. Peredaran rokok non cukai di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) seperti tak ada habisnya meski upaya pencegahan dan penindakan terus dilakukan. Parahnya, rokok non cukai itu pun keluar hingga ke wilayah serta sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Sumatera.

Padahal, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Bea dan Cukai, sejak 17 Mei 2019 resmi mencabut ketentuan bebas cukai untuk produk konsumsi rokok dan minuman alkohol di 4 zona perdagangan bebas (Free Trade Zone) di Indonesia yakni Batam, Bintan, Karimun (Kepulauan Riau), dan Sabang di Nanggroe Aceh Darussalam.

Pencabutan aturan tersebut ditandai dengan diterbitkannya Nota Dinas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) nomor ND-466/BC.04/2019 tanggal 14 Mei 2019 perihal Penghentian Pelayanan Dokumen CK-FTZ.

Meski dilarang peredarannya, namun saat ini rokok kawasan bebas non cukai kembali beredar luas di Kepri, termasuk Batam. Mengingat bisnis ini sudah bertahun tahun dan lucunya aparat penegak hukum seperti tidak tahu dan melakukan pembiaran mengingat tidak tersentuh oleh hukum dan dugaan kuat mengetahui dan terkoordinasi.

Menteri keuangan Republik Indonesia mengeluarkan larangan produksi Rokok tanpa pita cukai, namun Rokok tanpa pita cukai semakin menjamur bahkan di jual di pelosok warung warung kecil yang ada di kota Batam.

Hingga berita ini terbit, awak media ini belum melakukan konfirmasi kepada manajemen PT Adhi Mukti Persada.

Pewarta ” MANGARAHUT / Red / SAP

Editor ” Ipenk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!