Foto saat Penertipan Di lokasi
Sinaralampos.net – Penambang liar di aset Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang di Tampuk Pinang Pura seperti tak ada efek jera.
Setidaknya sudah empat kali ditertibkan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Pangkalpinang, penambang tetap nekat saja beroperasi.
Demikian disebutkan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja(Kasatpol PP) kota Pangkalpinang Efran, kata Efran hingga kemarin Minggu (6/12/2021) sudah empat kali tim Pol PP mengamankan lahan milik Pemkot tersebut, namun tetap saja penambang nekat menggerogoti lahan tersebut.
Diakui Efran, penambang kerap kali kucing-kucingan dengan petugas. Bukan sekali tapi nekat beroperasi malam hari ditertibkan muncul lagi.
“Jadi kalau lengah mereka muncul, aktivitas mereka (penambang-red) ada yang malam, ada yang pagi, jadi mau siang atau malam tetap kita tertibkan setelah mendapatkan laporan rupanya masih ada aktivitas disana. Kemarin Minggu kita tertibkan mereka mikirinya Pol PP gak bekerja Minggu,” ujar Efran kepada Sinaralampos.net Senin (6/12/2021).

Efran menegaskan, penambang di Kota Pangkalpinang sudah jelas melanggar Perda ditambah lagi merusakan aset Kota Pangkalpinang.
“Sudah jelas ini adalah aset milik Pemkot tidak perlu ada peringatan tidak ada yang namanya SP1 atau SP2 dan sebagainya. Kita sebagai eksekutor memang bertindak jadi aset Pemkot Pangkalpinang tidak bisa digunakan sembarang tanpa persetujuan pusat,” jelasnya.
Efran menuturkan, hingga saat ini sudah empat kali aset milik pemerintah itu nekat ditambang oleh masyarakat.
“Sampai kemarin sudah empat kali dekat situ kami tertibkan, kami tetap berupaya selaku untuk melakukan penertiban mau itu dilahan Pemkot ataupun bukan tetap Pangkalpinang zero tambang,” tegasnya.
Efran menambahkan, memang sudah tugas Satpol PP melakukan pengawasan aset.
“Jadi alat-alat penambang tetap kami sita seperti selang, sakan, dan mesin tapi lagi-lagi mereka nekat untuk menambang disitu merek beli baru lagi. Kemarin mesinya sempat dibawa kabur oleh penambang,” sebutnya.
“Apapun itu kami tetap berkomimen Pangkalpinang tidak ada wilayah pertambangan. Jadi semua barang bukti kita angkut semuanya, kita tahan dulu sampai kita koordinasi kebagaian aset,” sebutnya
Pewarta ” Time / Red / SAP
Editor : Ipenk












