Polisi  

Mulay Ramai Jasa Penukaran Uang Baru,Ini Yang Dilakukan Polres Lamongan

admin
Img 20240402 Wa0104

SUARARONGGOLAWE.COM LAMONGAN – Dalam menyambut momen Lebaran, aktivitas jasa penukaran uang baru mulai bermunculan di jalanan Kabupaten Lamongan.

Namun, Polres Lamongan tidak tinggal diam. Mereka terus melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas penukaran uang di pinggir jalan untuk mencegah peredaran uang palsu.

Kasat Samapta Polres Lamongan, AKP Asik Samsul Hadi menjelaskan bahwa semua anggota polisi telah diberikan tugas untuk memeriksa beberapa tempat penukaran uang di tepi jalan.

“Kami khawatir akan adanya uang palsu, sehingga untuk mencegah hal tersebut, kami melakukan pengecekan terhadap semua tempat penukaran uang di pinggir jalan,” ujar AKP Asik, Selasa (2/4/2024).

Meskipun jumlah penukaran uang di pinggir jalan, terutama di dalam kota, seperti di Jalan Basuki Rahmad sudah meningkat drastis, AKP Asik memastikan bahwa anggota polisi telah melakukan pengawasan di beberapa titik penukaran uang untuk memastikan keaslian uang tersebut.

Selain itu, AKP Asik juga mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti saat melakukan penukaran uang.

“Semua warga yang melakukan penukaran harus melakukan pemeriksaan dan penelitian terlebih dahulu untuk memastikan keaslian uang tersebut. Tidak ada yang perlu malu dalam melakukan hal ini karena ini sangat penting untuk mencegah penyebaran uang palsu,” tegasnya.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai penemuan uang palsu oleh anggota polisi saat melakukan pengecekan.

Namun, tidak hanya polisi dan masyarakat yang harus waspada, Para jasa penukaran uang di pinggir jalan juga diminta untuk tetap waspada dan tidak meninggalkan uang yang dipajang terlalu lama guna menghindari risiko tindak kejahatan.

“Kami juga menghimbau para jasa penukaran uang baru yang ada di pinggir jalan tesebut agar tidak meninggalkan uang yang dipajang tersebut terlalu lama, sehingga tetapi melakukan waspada agar tidak adanya hak yang tak diinginkan pastinya,” himbaunya.

Kristian, salah satu pemilik jasa penukaran uang, mengungkapkan bahwa saat ini aktivitas penukaran uang masih sepi dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, dia berharap bahwa menjelang akhir puasa, aktivitas penukaran uang akan meningkat dengan kedatangan para pekerja dari luar kota yang biasanya terjadi menjelang Lebaran.

“Jenis yang baru yang dijajakan diantaranya pecahan Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu. Tukar atau tarifnya sekitar 15 persen per Rp 100 ribu,” tandasnya.

( kundono // red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!