Sinaralampos.net Pangkalpinang – Proyek pembangunan Sarana dan Prasarana di Kota Pangkalpinang khususnya prov babel banyak molor jauh dan tidak selesai tepat waktu sebelum akhir tahun 2021.
Proroyek APBD Provinsi Bangka Belitung dan APB N yang di kucurkan oleh pemerintah pusat banyak terindikasi gagal dalam pengerjaan.
Pekerjaan yang sudah mengalami keterlambatan lebih dari waktu yang telah di tentukan masih terus di kerjakan Padahal proyek tsb Sudan habis waktunya sampai Desember 2021
Dengan banyak pengerjaan yang tidak tepat waktu membuat ketua LSM berantas geram dan kesal dengan ulah cara kerja kontraktor yng ada di prov Babel sehingga dalam proses penunjukannya sedikit ada keganjilan ucap Supriyono ketua LSM Babel.
Setiap pengerjaan yang mengunakan anggaran pemerintah seharusnya di kerjakan dengan ahli yang profesional karna suatu kebanggaan Masyarakat Bangka Belitung, bukan yang di kerjakan oleh oknum pemain yang itu itu saja sehingga banyaknya kejanggalan dalam pelaksanaannya.
Ketua LSM berantas Kepulauan Bangka Belitung bahkan akan menyurati pemerintah pusat Untuk menolak kontraktor yang pernah gagal dalam pengerjaan dana pemerintah tapi mereka masih saja ikut serta dalam pengerjaan tapi berubah bendera dengan oknum yang sama juga.
“kami akan trus mengawasi siapa saja yang akan mengerjakan anggaran tahun 2022 nantinya ujar bang Supri yang biasa di sapa oleh rekan rekan media karena ada banyak kejanggalan dalam pelaksanaan proyek ini. Kami tidak ingin Proyek negara ini hanya digunakan untuk memperkaya oknum dan diri sendiri kata bang Supri ketua LSM berantas.
Pewarta ” Rusrianto / Red / SAP
Editor ” Rusrianto












