SUARARONGGOLAWE.COM LAMONGAN // Pemerintah Kabupaten Lamongan mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kepada sekitar 200 mahasiswa dari 43 negara melalui program 6th Summer School 2026 Universitas Airlangga.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi peluang untuk memperluas promosi produk unggulan daerah sekaligus mengenalkan potensi ekonomi berbasis koperasi dan UMKM.
“Kami berharap para mahasiswa dari berbagai negara ini mengenal produk khas Lamongan dan dapat menjadi bagian dari promosi potensi daerah di negara masing-masing,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Lamongan, Jawa Timur, Sabtu.
Pada kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Koperasi itu, para peserta mengunjungi bazar yang menampilkan beragam produk UMKM, mulai makanan olahan, kerajinan, hingga produk unggulan khas Lamongan.
Salah satu produk unggulan yang diperkenalkan kepada peserta Summer School adalah tenun ikat khas Lamongan.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan Anang Taufik mengatakan keterlibatan mahasiswa internasional menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring promosi produk lokal melalui pertukaran budaya.
Menurut dia, bazar tersebut melibatkan pelaku koperasi dan UMKM dari berbagai wilayah di Lamongan agar peserta dapat melihat langsung potensi ekonomi kreatif daerah.
“Pengenalan produk kepada peserta dari berbagai negara diharapkan membuka peluang promosi dan kerja sama yang lebih luas bagi UMKM Lamongan,” katanya.
Upaya promosi tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mendorong pelaku UMKM menembus pasar ekspor.
Sebelumnya, pada awal Juni, Pemkab Lamongan melalui program Exportiva 2026 telah memberangkatkan lima kontainer produk ekspor ke sejumlah negara tujuan di Amerika, Eropa, Asia, Amerika Latin, dan Asia Pasifik.
Produk tersebut turut membawa komoditas UMKM seperti tenun ikat, tikar benang, bawang goreng, dan makanan olahan lain.
Hingga Mei 2026, perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat di Lamongan tercatat menghasilkan devisa ekspor lebih dari Rp965 miliar, yang turut didukung penguatan ekosistem industri dan UMKM.
(fauzi / red )












