SUARARONGGOLAWE.COM TUBAN – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperkuat. Kali ini, perusahaan pelat merah tersebut menyasar sektor pertanian di wilayah hutan dengan menyalurkan berbagai bantuan strategis bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) Wonolestari, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak.
Bantuan yang dikucurkan meliputi 100 sak semen yang diperuntukkan bagi pembangunan gudang serta tempat pengeringan jagung. Keberadaan fasilitas ini diharapkan menjadi solusi bagi petani agar tidak lagi menjual hasil panen dalam kondisi basah.
“Kami berharap dengan adanya gudang pengering ini, jagung hasil panen petani nilai jualnya bisa lebih tinggi karena sudah dikeringkan terlebih dahulu,” ujar Luksono, Public Relation and Corporate Social Responsibility Management Officer SIG Pabrik Tuban, Kamis (30/4/2026).
Tak hanya fokus pada pengolahan pasca-panen, SIG juga memberikan perhatian pada infrastruktur dasar. Perusahaan menyalurkan semen rijek untuk perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT) di kawasan perhutanan sosial yang digarap oleh ratusan petani.
Luksono menyebut, akses jalan yang layak adalah kunci efisiensi bagi petani. “Kalau jalannya bagus, proses angkut hasil tani jadi lebih mudah dan ongkos transportasi pun bisa ditekan seminim mungkin,” imbuhnya.
Menilik ke belakang, sinergi SIG dengan KTH Wonolestari sudah terbangun melalui program CSR tahun 2025 lewat pemberian bantuan sumur bor. Bantuan ini menjadi titik balik bagi petani penggarap hutan yang sebelumnya hanya mengandalkan sistem tadah hujan.
Dengan ketersediaan air yang stabil, para petani kini didorong untuk melakukan diversifikasi tanaman. Petani diharapkan bisa menanam sepanjang tahun. Selain itu, para petani juga diharapkan tidak terpaku pada jagung, tapi merambah ke tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti buah-buahan.
“Yang tidak kalah penting adanya air ini agroforesti juga dapat terjaga dengan baik,” ujarnya Luksono.
Sementara itu, Ketua KTH Wonolestari, Sudarlim, mengapresiasi langkah nyata SIG yang peduli terhadap kesejahteraan warga sekitar pabrik. Ia menegaskan bahwa dukungan ini memicu semangat petani untuk menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi.
“Visi kami jelas, ingin hutan tetap hijau dan masyarakatnya sejahtera. Pengelolaan hutan yang baik butuh sinergi dengan stakeholder seperti SIG agar manfaat ekonomi bisa dirasakan tanpa harus merusak alam,” tegas Sudarlim memungkasi.
Editor ” Jumain // red












