Ragam  

IKS.PI Kera Sakti Cabang Tuban, Peringatan Kemerdekaan RI Ke-80: Momentum Refleksi Diri Insan Pencak Silat

admin
Img 20250818 wa0068

Suararonggolawe.com Tuban – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” menjadi momentum penting untuk merefleksi diri, khususnya bagi insan pencak silat.

Kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia hari ini bukanlah hadiah dari penjajah, melainkan buah dari perjuangan panjang para pahlawan yang rela berkorban jiwa, raga, dan harta demi tegaknya kedaulatan bangsa.

Semangat persatuan dan kesatuan menjadi kunci utama dalam mengusir penjajah. Warisan semangat itu kini harus terus dipelihara di tengah derasnya arus perubahan zaman.

Sugeng SP, Wakil Ketua Cabang Tuban Perguruan IKS.PI Kera Sakti, menegaskan bahwa peringatan HUT RI ke-80 harus dijadikan momentum bagi insan pencak silat untuk memperkuat tekad persatuan. “Peringatan ini mengingatkan kita semua agar tidak terpecah belah. Kedaulatan sebuah negara hanya dapat diwujudkan jika persatuan dan kesatuan bangsa tetap kokoh,” ujarnya.

Sejarah mencatat, para pendekar pencak silat memiliki kontribusi besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan juga perwujudan karakter bangsa: disiplin, keberanian, dan pengorbanan. Nilai-nilai itu telah melekat dalam perjalanan bangsa, mengalir dari darah para pejuang hingga ke generasi penerus saat ini.

Namun, Sugeng juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika global. Berbagai kekuatan asing berusaha melemahkan kedaulatan bangsa dengan berbagai cara, baik secara politik, ekonomi, maupun budaya. Di tengah tantangan itu, organisasi pencak silat dituntut untuk beradaptasi dengan modernisasi, membangun sistem manajemen yang sehat, dan menjaga marwah persaudaraan.

Sebagai bangsa demokratis, masyarakat Indonesia diajak untuk saling menghargai, menjunjung tinggi simbol negara, serta mengedepankan kebersamaan.

Dalam konteks itulah, insan pencak silat diharapkan kembali kepada jati dirinya. “Dalam tubuh pendekar sejati mengalir darah para pejuang. Warisan semangat itu harus terus dijaga untuk berjuang demi keutuhan NKRI tercinta,” pungkas Sugeng SP.

( Red  )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!